Rabu, 23 Februari 2022

Sepenggal Kisah Batalyon

 Saat awal Berdinas menjadi Tentara, saya sangat bangga, memakai baju Loreng kebanggaan saya sampai saat ini. setelah pelantikan dan pembaretan di dodiklatpur saya pun mendapatkan SPRINT penempatan tugas pertama saya yaitu di batalyon 732/Banau. saya agak bingung karena belum tau tempatnya dimana, namun saya tetap semangat karena ini kebanggaan saya. saat awal masih di batalyon saya di jemput oleh senior2 di pelabuhan, kami pun melaksanakan tradisi penjemputan, sampai tardisi memasuki mako batalyon. saya sangat semangat, walau banyak kegiatan fisik selama tradisi namun hati saya tetap tegar menghadapinya. saya pun mulai menjalani Tradisi Latorlan di Mako Yonif 732/Banau selama kurang lebih 6 Bulan. disini saya mulai merasakan bagaimana kehidupan tentara sebenarnya, dimana kita jauh dari keluarga, mau pulang kampung juga transportasinya agak susah, ditambah gaji pokok kita waktu itu masih kecil dan belum ada yang namanya tunjangan kinerja. cukup sedih kalau di ingat2 masa2 itu.

Namun di balik semua itu, saya merasa bangga karena seragam yang saya gunakan sekarang ini, di manapun saya selalu dihormati baik orang yang lebih tua maupun yang muda. sampai saat ini saya masih tetap semangat dan bangga akan hal tersebut.


NKRI HARGA MATI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

suka duka di perbatasan

  Suka dan Duka Prajurit TNI Penjaga Perbatasan Menjadi prajurit TNI memang tidak mudah. Selain diwajibkan memiliki ketrampilan militer dan ...